PKM UMSU Dampingi Masyarakat Kelola Air Payau Jadi Air Bersih

  • Whatsapp
Tim PKM UMSU, diketuai, Dr. Ir. Desi Ardilla, M.Si dan anggota, Khairunnisa Rangkuti, SP M.Si melakukan pengabdian masyarakat dengan program pendampingan kepada mitra Perguruan Habibie Mustafa Tanjungbalai Sumatera Utara belum lama ini

rekatamedia.com. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di  Desa Keramat Kubah Kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara belum lama ini.

Tim PKM UMSU, diketuai, Dr. Ir. Desi Ardilla, M.Si.dan anggota, Khairunnisa Rangkuti, SP  M.Si tersebut melakukan pengabdian masyarakat dengan program pendampingan kepada mitra yang tergabung dalam Perguruan  Habibie  Mustafa Tanjungbalai Sumatera Utara.

Baca Juga:

Dr Desi Ardilla mengungkapkan Tim PKM UMSU melakukan program pendampingan karena tim melihat berbagai permasalahan sosial di kawasan Desa Keramat Kubah Kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Permasalahan di daerah tersebut, yang sering terjadi seperti banyaknya daun kelor yang tidak dimanfaatkan di Tanjungbalai. Padahal  Tanjungbalai  merupakan  daerah  pesisir  dengan  kondisi  air  dikategorikan  sebagai  air payau. Kemudian, ungkap Desi Ardila, masih kurangnya pemberdayaan masyarakat miskin di sekitar Perguruan habibie Mustafa dalam penyediaan dan pemanfaatan air baku (air bersih)

Untuk itu tim PKM UMSU melakukan kemitraan dengan Perguruan  Habibie  Mustafa Tanjungbalai yang merupakan lembaga pendidikan dan sosial. Kemitraan dengan cara pendampingan memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola air payau menjadi air bersih.

“Tim  PKM  UMSU melakukan  pendampingan  sekaligus pelatihan kepada  mitra  yang  tergabung dalam  Perguruan Habibie Mustafa Tanjungbalai. Pelatihan mulai dari penyiapan dan pengelolaan air baku dari air payau kepada staf dan masyarakat di sekitar perguruan tersebut. Program pemberdayaan dengan memberikan pelatihan pengelolaan air baku dari air payau itu memanfaatkan daun kelor dengan teknologi zero waste.  Produk yang dihasilkan berupa air bersih yang dapat digunakan sendiri oleh mitra maupun masyarakat di sekitar perguruan sebagai sumber air bersih,” ungkap Dr Desi Ardilla.

Dijelaskannya, secara teknis tim memberikan menyosialisasikan teknologi zero waste  yang menghasilkan ketersediaan air baku yang bersumber dari air payau. Pelatihan mulai dari membuat filter yang dimodifikasi sehingga akan diperoleh rendemen air bersih pada penyulingan air payau dengan metode kolom. Pada penyulingan kolom, tabung filter yang digunakan dibuat dengan menggunakan pipa pvc 3/4” ketinggian 45 cm dan dengan daun kelor pada ketinggian 35 cm, ditambah pasir dengan ketinggian 30 cm, serta untuk arang dengan ketinggian 25 cm.

Masing- masing media filter di dalam tabung dibatasi dengan menggunakan ijuk. Penggunaan ijuk digunakan sebagai pembatas antara media filter, agar media filter tetap pada posisinya ketika terjadi proses filtrasi, sehingga tidak terjadi pencampuran media filter di dalam tabung filter. Maka hasil akhir yang akan diperoleh adalah air baku yang dapat dikonsumsi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait