PTKI Medan Wisuda 339 Sarjana D III Ahli Madya Angkatan XXXIV

  • Whatsapp
Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan SDM Aparatur BPSDMI Kementerian Perindustrian RI, Drs. Dadi Marhadi, MM (kiri) dan Direktur PTKI Medan Poltak Evencus Hutajulu, ST, MT (kanan) diabadikan dengan para lulusan terbaik PTKI Medan pada wisuda sarjana Ahli Madya D3, Sabtu (12/11/2022)

Medan, rekatamedia.com. –  Politeknik Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan mewisuda sebanyak 339 orang sarjana Diploma Tiga (D III) Ahli Madya Angkatan XXXIV tahun 2022, Sabtu (12/11/2022) di Aula Kampus PTKI Medan Jalan Medan Tenggara VII Kecamatan Medan Denai Kota Medan.

Sarjana Ahli Madya D-III yang dilantik itu merupakan lulusan tahun 2022 terdiri atas 128 orang Prodi Teknik Kimia, 108 orang Prodi Teknik Mekanika dan 103 orang Prodi Agribisnis Kelapa Sawit, serta lulusan program pendidikan vokasi setara D1 sebanyak 50 orang yang telah dilaksanakan pelepasannya di Belitung pada Agustus 2022.

Baca Juga:

Wisuda dilaksanakan pada Sidang Terbuka Senat PTKI Medan tersebut, dibuka Ketua Senat Manan Ginting MT, dan dihadiri di antaranya Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian RI, Drs. Yedi Sabaryadi, Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan SDM Aparatur BPSDMI Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, Drs. Dadi Marhadi, MM, Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan, Direktorat Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian RI, Merrijantij Punguan Pintaria, ST, M. Eng,  Pejabat Fungsional Pembina Industri pada PPPVI BPSDMI Kementerian Perindustrian RI, Candra Bachtiyar, MT, MBA, Kepala Balai Diklat Industri Medan, perwakilan Kepala Balai Riset dan Standarisasi Industri Medan dan dari berbagai pimpinan perusahaan mitra PTKI Medan.

Kemudian, Direktur PTKI Medan Poltak Evencus Hutajulu, ST, MT, Pembantu Direktur (Pudir) I, Dr. Golfrid Gultom, MT, Pudir II New Vita M.D. Marbun, MT, Pudir III Irfan Rusmar, M. Eng, para anggota senat, Kasubag Umum dan Keuangan, Partogi Panggabean, SE, Kasubag Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Mahyana, SE dan para ketua dan sekretaris program studi serta dosen di lingkungan PTKI Medan.

Direktur PTKI Medan Poltak Evencus Hutajulu dihadapan para sarjana yang dilantik secara tatap muka tersebut mengatakan prosesi wisuda dengan menerapkan protokol kesehatan yang dilaksanakan hari ini adalah rangkaian kegiatan akademik yang menandai selesainya pendidikan mahasiswa di PTKI Medan sebagai lembaga penyelenggara pendidikan tinggi, dan awal bagi wisudawan memasuki dunia kerja usaha dan industri yang penuh dengan dinamika.

Pada situasi pandemik Covid-19 ini, sangat terasa bahwa keberadaan SDM yang kompeten dan berdaya saing global merupakan kunci utama mendorong kembali bergeraknya sektor industri.

Untuk itu dalam meningkatkan kualitas SDM industri yang merupakan salah satu tugas tri dharma dari perguruan tinggi PTKI Medan, yang ditempuh melalui jalur pendidikan vokasi. Untuk mewujudkan hal tersebut Kementerian Perindustrian telah menetapkan kebijakan pengembangan SDM Industri yang tertuang dalam keputusan Menteri Perindustrian Nomor 1009 tahun 2021 tentang pengembangan vokasi industri bertarap global menuju korporat university BPSDMI Kementerian Perindustrian.

Pada kesempatan itu Direktur PTKI Medan bangga karena para wisudawan berhasil menyelesaikan pendidikan dengan tantangan dan keterbatasan dalam masa pandemik Covid-19 dengan keterbatasan yang ada.

“Semoga ilmu yang didapatkan selama belajar lebih kurang tiga tahun di PTKI Medan, dan menyandang gelar Ahli Madya/Amd, sesuai bidang ilmunya masing-masing, menjadi ilmu yang bermanfaat bagi diri saudara, keluarga, masyarakat, bangsa Indonesia,” ujar Poltak.

Dia juga mengatakan, raihan gelar Ahli Madya merupakan bentuk pengakuan terhadap kompetensi sekaligus mengingatkan akan suatu tanggung jawab yang baru, yang menjadi bekal untuk mampu merespon permasalahan yang perkembangan di tengah masyarakat maupun di dunia kerja yang penuh dinamika.

Direktur PTKI juga menyampaikan saat ini kita berada dalam revolusi industri 4.0. dimana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Segala hal menjadi tanpa batas penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas karena dipengaruhi perkembangan penggunaan internet dan teknologi digital yang masif sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin.

Dia juga berpesan pada wisudawan untuk terus meningkatkan kompetensi terutama dalam memenuhi kompetensi kebutuhan revolusi industri 4.0 untuk menjadi SDM yang adaktif, mampu merespon perubahan yang terjadi, menguasai IT, meningkatkan kemampuan berbahasa internasional, komunikatif dan mempunyai sikap leadership yang tinggi.

Direktur PTKI Medan mengucapkan selamat kepada lulusan wisudawan yang menorehkan predikat terbaik, yakni Program Studi Teknik Kimia Parida Hanum dengan IPK 3,72, Program Studi Teknik Mekanika, Dimas Syahfitra dengan IPK 3,59, dan Program Studi Agro Bisnis Kelapa Sawit diraih Dea Al Friza Ahmat dengan IPK 3,89.

“Dengan lulusan wisuda angkatan 34 tahun ini, jumlah alumni PTKI Medan sampai saat ini 8.509 orang yang tersebar di berbagai instansi baik pemerintah, BUMN, perusahaan swasta nasional dan internasional. Dan dari 339 tersebut kami laporkan yang telah bekerja sebanyak 84 orang atau atau 24,78 persen per 11 November 20022. Kami optimis angka angkatan kerja ini terus meningkat,” ungkap Direktur PTKI Medan seraya berpesan para alumni menjaga nama baik almamater PTKI Medan.

Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian RI, Drs. Yedi Sabaryadi mewakili Kepala Badan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Agus Gunawan dalam sambutannya meminta PTKI Medan untuk terus memfasilitasi informasi peluang kerja, dan penempatan kerja bagi para wisudawan, karena ucap Yedi Sabaryadi dirinya menerima laporan untuk wisuda hari ini yang telah diterima bekerja baru sebanyak 69 orang atau sekitar 20 persen dari jumlah lulusan 339 orang. Dan dia berharap semua lulusan PTKI Medan bisa terserap dalam dunia industri.

Dikatakannya BPSDMI menyadari betul akan SDM industri yang kompeten dalam mendukung kinerja industri nasional. Sebagaimana diketehui kinerja sektor industri pengolahan memberikan kontribusi penting dalam pembangunan nasional dan turut memacu pertumbunan ekonomi.

Pada triwulan III tahun 2022 industri pengolahan merupakan penyumbang terbesar PDB bila dibandingkan dengan sektor lainnya yaitu 17,88 persen. Industri pengolahan juga mampu memberikan kontribusi signifikan melalui setoran pajak sebesar 29.8 persen, serta membuka peluang dan lapangan kerja sebanyak 19, 17 juta orang bekerja. Hal ini berarti sektor industry berperan penting meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan.

Untuk itulah pembangunan SDM industry, ungkap Yedi sebagai salah satu pilar penting disamping menarik investasi baru, dan penguasaan teknologi akan terus dilakukan dalam melahirkan SDM berkompeten dan bersaing global.

Strategi yang ditempuh BPSDMI dalam menciptakan SDM berkompeten dan bersaing global melalui kebijakan BPSDMI korporat university. Kebijakan ini ditetapkan melalui keputusan Menteri Perindustrian Nomor 1009 tahun 2021 dan mulai akhir tahun 2021 kebijakan ini telah disosialisasikan. Dan pada tahun ini diminta para pimpinan unit di lingkungan BPSDMI menyusun rencana tindak dan mengimplementasikan kebijakan tersebut.

“Saya ingatkan kembali bahwa visi dan misi politeknik, akademik komunitas telah ditetapkan sama yaitu dengan visi menjadi penyelenggara pendidikan vokasi industry yang excelen, dan berdaya saing global. Hal ini merupakan upaya kita dalam mengembangkan kelembagaan, unit pendidikan dan pelatihan vokasi serta tanggungjawab kementerian perindustrian agar pendidikan dan pelatihan vokasi benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dapat menjadi contoh yang diterapkan secara nasional,” jelasnya.

Yedi juga berharap kepada para wisudawan yang dilantik untuk mampu mengaplikasikan, mengembangkan pengetahuan, kemampuan dan kompetensi di dunia kerja, serta selalu membina kerja sama dan jejaring antar sesama alumni maupun dengan masyarakat dunia industri.

 

Pos terkait