Halalmart MUI Sumut; Berwakaf Sekaligus Mengembangkan Ekonomi Umat

  • Whatsapp
Para cedikiawan muslim dari UIN Sumatera Utara berkunjung ke Halalmart MUI Sumut yang juga menyediakan coffe shop . Foto: Istimewa

Intelektual muslim yang berasal dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara berkunjung ke Halalmart Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut. Mereka adalah Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumut Dr. Andrea Sumitra, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UIN SU Dr. H. Azhari Akmal Tarigan M.Ag, Wakil Dekan I Fakultas  Ilmu Tarbiyah dan Kependidikan (FITK) Rustam, MA, Wakil Dekan I FEBI Dr. Yahfiz MA, Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Dr. M. Syukri Albani MA yang juga Sekretaris Umum MUI Kota Medan, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Dr. Faisal Hamdani MA, dan Pemimpin Umum/Pemimpin REdaksi rekatamedia.com Dr. H. Ali Murthado, M.Hum langsung diterima oleh Sekretaris MUI Sumut Dr. H. Ardiansyah Lc, MA dan Direktur Halalmart MUI Sumut Dr. H. Akmaluddin Syahputra M.Hum .

Dalam silaturrahmi tersebut dijelaskan bagaimana sejarah maupun latar belakang serta perkembangan Halalmart ini.

Sebenarnya kehadiran Halalmart, bukanlah sesuatu yang baru, karena kehadirannya didasari atas anjuran agama, yang sudah lebih dulu diimplementasikan oleh  Nabi Muhammad saw. Jadi kita hanya mencoba meneruskan saja,”ujar Akmal.

Kalau kita baca sejarah, Nabi Muhammad Saw, membuka pertapakan sebagai stan untuk kegiatan dagang para sahabat di Madinah. Perjuangan beliau dalam berdagang diikuti oleh para sahabat, salah satunya ‘Abd ar-Rahman bin ‘Auf, dan dilanjutkan oleh para ulama, salah satunya Imam Abû Hanîfah.

“Kehadiran Halalmart ini hadir sebagai sarana untuk memperkenalkan Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI-SU), LPPOM MUI-SU dan PTKU MUI-SU kepada masyarakat dengan tujuan silaturahim agar masyarakat mengetahui visi dan misi dari ketiganya. Memperkenalkan sesuatu dengan sarana perdagangan adalah sarana yang sangat ampuh, sebagaimana telah terbukti dengan perdagangan Islam masuk ke Indonesia, sehingga menjadikannya sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia,”ungkapnya.

“Lho kenapa MUI harus diperkenalkan lagi, memangnya orang tidak kenal dengan MUI? Mungkin itu pertanyaan yang timbul. Memang, orang sangat kenal dengan MUI, namun terkadang mereka hanya kenal nama tapi tidak memahami visi dan misi MUI, karena itulah, lewat proses ini kami mencoba mengenalkan MUI lewat bahasa yang sederhana yaitu bahasa ‘perdagangan’. Mereka yang singgah ke sini, untuk membeli sesuatu, pasti akan bertanya, apa kegiatan MUI Sumut dan sebagainya, maka pertanyaan ini tentu akan dijawab oleh karyawan Halalmart yang sebagian merupakan mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama MUI Medan, sehingga hubungan interaksi inilah yang terjalin,”ujarnya.

Selain itu, dalam hal ekonomi peran umat Islam selama ini hanya sebagai konsumen, padahal umat Islam di Indonesia adalah mayoritas. Karena itu keberadaan Halalmart diharapkan pilar untuk menciptakan umat Islam tidak hanya sebagai konsumen tetapi juga produsen.

“Halalmart hadir untuk memvisikan akan terbangunnya pabrik-pabrik untuk memproduksi produk-produk halal yang dibutuhkan masyarakat umum yang diawali dari berdirinya Halalmart,”ujarnya.

Saat ini memang kita hanya menghimpun produk=produk yang sudah ada saja, atau produk yang sudah mendapat labelisasi halal dari MUI, ke depan kita juga akan menghimpun produk-produk masyarakat yang home industri untuk sama-sama dilabelisasi halalkan lalu jika banyak cabang dan permintaan masyarakat, kenapa tidak kedepan kita akan mendirikan pabrik untuk mendistribusikan produk-produk tersebut, ujar Akmal.

Foto: Halalmart MUI Sumut berada di Jalan. Majelis Ulama No. 3 Sutomo Ujung Medan.

Sekilas tentang Halalmart

Halalmart berasal dari dua kata yaitu halal dan mart. Kata “halal” berasal dari bahasa Arab, yang artinya diizinkan (allowed)  dan sah (lawful). Maksud diizinkan dan sah adalah sesuatu yang dibenarkan oleh syariat Islam. Sedang kata “mart” berasal dari bahasa Inggris, yang artinya pasar perdagangan. Jadi, dari penamaan saja kita sudah tahu bahwa Halalmart berdiri atas dasar syariat Islam.

Jadi keistimewaan dari Halalmart ini adalah: (1) ia berdiri atas dasar wakaf, yaitu wakaf produktif dari umat, (2) semua produk berlabel halal, yang menjadi idaman tidak hanya umat Muslim, tapi juga non-Muslim, (3) slogannya “Belanja Berkah Wakaf Mudah,” berkah karena setiap kali belanja sama dengan berwakaf, (4) menjual buku-buku agama, seperti Alquran, Hadis, kitab-kitab Arab, Novel Islami, motivasi, anak Islami, dan buku karya para ulama dan cendikiawan Sumatera Utara, (5) disajikan suara lantunan Alquran dan musik-musik religi, (6) fasilitas Masjid, (7) gerai tutup sementara saat masuk waktu salat, dan (8) pegawainya calon ulama masa depan.

Halalmart milik umat bukan milik pribadi. Kenapa? Dia berdiri atas bantuan dari umat, dia hadir untuk membangun perekonomian umat, keuntungannya untuk umat, pendeknya dari umat untuk umat. Dia dibangun dan dikelola atas dasar iman, semuanya didasari oleh iman. Alquran dan hadis memerintahkan untuk mengeluarkan harta secara baik, kita wafat amal putus, kecuali salah satunya sedekah jariyah (berwakaf). Dia akan berjaya jika kita ikut berperan, karenanya, marilah kita bersama-sama untuk menjadi tokoh pembangun perekonomian umat melalui Halalmart.

Halalmart MUI Sumut menyediakan kebutuhan rumah tangga yang sudah berlabelisasi halal. Terlihat dalam gambar salah seorang pengunjung Halalmart yang dilayani oleh petugas. Foto: Istimewa

Alhamdulillah, keberadaan Halalmart ini sudah berjalan 2 tahun, karena  Halalmart diresmikan pada Kamis, 12 April 2018, bertempat di Aula MUI-SU, di Jalan. Majelis Ulama No. 3 Sutomo Ujung Medan. Peresmian Halalmart dipimpin langsung oleh ketua umum MUI-SU, Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA, Perwakilan BWI, Prof. Dr. Yasir Nasution, MA, Direktur PTKU, Direktur LPPOM,  para staf MUI, dan para pengusaha lainnya.

Halalmart, tidak hanya menyediakan kebutuhan sembako, juga menyediakan sarana untuk bersantai. Karena di sebelah kedai, juga disediakan  coffe shop. “Silakan bersantai di sini, melepas lelah. Karena kami juga menyediakan makanan dan minuman, terutama bagi mereka yang suka ngopi, fasilitas yang disediakan ada wifi gratis,” ujar Akmal

“Karena itu, marilah berkunjung ke Halalmart, ia berkembang dan bisa menjadi salah satu penggerak majunya ekonomi umat tentunya atas pertolongan Allah dan partisipasi dari semua lapisan masyarakat, dan dari kemurahan saudara/i untuk mengeluarkan uang, membantu mendirikan Halalmart lebih maju dan besar lagi, dengan cara berwakaf,”ujarnya mengimbau.

Dirikan Halalmart di Masjid-masjid

Pada kesempatan tersebut, Akmal mengatakan bahwa bagi masyarakat yang ingin mendirikan Halalmart di tempatnya dipersilakan, bahkan ia mengharapkan masjid-masjid mendirikan Halalmart sebagai pilar ekonomi umat.

“Insya Allah, bagi yang ingin serius mendirikan Halalmart, pihaknya akan membantu. Yang jelas, ini pengembangan wakaf. Sisi bisnisnya jangan dulu menjadi fokus. Karena kalau sudah bicara bisnis, ujung-ujungnya keuntungan. Ya ini juga meghasilkan keuntungan, dan keuntungan yang besar adalah kita menginvestasikan harta kita ke jalan Allah. Ini lebih mulia. Jadi mari kita berwakaf dan kita kembangkan ekonomi umat lewat wakaf,”ungkapnya.