Merasa Dekat dengan Kematian

  • Whatsapp
Heri Firmansyah M.A
Heri Firmansyah, M.A

Oleh : Heri Firmansyah, M.A

analisamedan.com – Banyak cerita kita temukan di tengah masyarakat, bahwa terkadang seseorang bisa mendapatkan ‘feeling’ bahwa orang terdekatnya akan meninggal dunia. Seperti seorang anak yang saat ingin mengantar ayahnya berobat ke rumah sakit, terus sang ayah berujar ditengah ketidaksadarannya “tunggu dulu” itu ada satu lagi “orang” yang mau ikut sama kita. Padahal sang anak tidak ada melihat siapapun atau ada orang lain seperti yang ditunjukkan ayahnya.

Seorang petugas kesehatan misalnya, saat akan mengobati, ada melihat tanda “Kemungkinan” akan sebentar lagi sang pasien akan meninggal. Seperti misalnya jarum impus tidak mau lagi mengalir dan lain sebagainya. dan bahkan ada seorang yang mengabarkan kepada sanak familinya bahwa dirinya sebentar lagi akan pergi “jauh”… Ternyata dia bukan pergi jauh lagi, bahkan pergi tanpa pernah kembali. Ini biasanya terjadi pada orang-orang beriman dan shaleh, yang selalu mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, seakan dia diberitahu bahwa kehidupannya sebentar lagi akan berakhir dan dia akan Kembali kepada pemilik sejati kehidupannya, yaitu Rabb semesta alam, Allah Subhanahu wa ta’ala

Riwayat

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa, sebelum Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wassalam meninggal dunia, ada dua tamu yang mengunjungi Rasulullah saw. Kedua tamu tersebut tidak dikenal Sayyidah Fatimah -anak Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wassalam. Setelah tamu tersebut pergi, maka Fatimah mendekat kepada Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wassalam, karena Rasulullah saw memberikan isyarat kepadanya ingin mengatakan sesuatu dan membisikkan di telinganya.

Saat itu Sayyidah Fatimah pun langsung menangis. Namun tidak berapa lama kemudian, Rasulullah saw membisikkan sesuatu lagi di telinganya, maka Fatimah pun serta merta tersenyum, meski pun tetap Nampak raut wajah kesedihan di wajahnya. Menurut Riwayat, bisikan pertama Rasulullah saw mengabarkan bahwa kedua tamu tersebut adalah Malaikat Jibril dan Malaikat Maut yang diutus Allah Subhanahu wa ta’ala untuk mengabarkan bahwa sebentar lagi Rasulullah saw akan dicabut nyawanya dan Kembali kepada kekasih sejati-Nya, Allah Subhanahu wa ta’ala. Bisikan kedua, adalah kabar bahwa orang pertama dari keluarga terdekat Rasulullah saw, yang akan menyusulnya adalah sayyidah Fatimah. Sebagaimana dalam sejarah disebutkan, bahwa sayyidah Fatimah meninggal tak lama setelah mangkatnya Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wassalam.

Hikmah

Dalam sebuah kitab tentang ‘hikmah’ disebutkan, suatu kali sahabat Nabi Musa alaihi salam bermohon kepada Nabi Musa agar kiranya dia berkenan untuk memohonkan kepada Allah swt, agar Ketika nyawanya akan dicabut, sebelumnya dia diberikan satu tanda- agar dia dapat bersiap-siap menyambut kematian tersebut. Nabi Musa alaihi salam. pun menyanggupinya.

Suatu Ketika Ketika telah tiba ajalnya dan Malaikat Maut ingin mencabut nyawanya, dia protes karena kenapa tidak diberitahukan terlebih dahulu atau diberikan satu tanda bahwa dia sebentar lagi akan meninggal dunia. Sang malaikat pun menjawab, tentu sudah diberitahukan tanda kepadanya bahwa ajalnya sudah dekat, namun dia nya yang tidak mau mengambil pelajaran. Bahkan tandanya bukan lagi satu, tapi banyak.

Rambut dan Keriput

Rambut yang dulunya hitam sekarang menjadi memutih, kulit yang kencang menjadi keriput, gigi yang sempurna dan kuat tiba-tiba copot menjadi ompong, mata yang tajam mulai rabun, pinggang yang tegak lurus berubah menjadi bengkok dan tanda-tanda laoinnya yang terdapat pada tubuh manusia. Itu sebenarnya adalah tanda dari Rabb bahwa kita telah mendekati kematian bahwa ajal kita seamkin dekat. Ketika ajal kita telah tiba maka ajal tersebut tidak akan dapat di akhirkan, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala di dalam Alquran surah al-A’raf ayat 34 : “dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu), apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun”.

Karena itu Allah swt sebenarnya telah memberikan tanda yang banyak kepada manusia, bahwa ajal kematiannya akan tiba. Bahkan terkadang manusia, terlebih mereka-mereka yang beriman dan banyak melakukan amal shalih, mendapatkan ‘feeling’ bahwa kematiannya sudah dekat, agar menjadi orang yang tetap baik. Bahkan petunjuk dan tanda akan dekatnya kematian ini pun diberikan kepada orang-orang munafik dan kafir yang tidak beriman, namun mereka tetap tidak mau mengambil hikmah dan mendapatkan pelajaran dari tanda-tanda tersebut agar menjadi orang yang baik dan Kembali kepada jalan Syariah yang telah ditunjukkan Allah Subhanahu wa ta’ala melalui Rasul utusan-Nya.

Menyesal

Karena itulah, digambarkan di dalam Alquran, orang-orang yang seperti ini akan menyesal dan ingin dikembalikan di dalam kehidupan dunia, agar menjadi orang baik yang banyak melakukan amal kebajikan. Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam surah Al-Munafiqun ayat 10. “Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang shalih.”

Sebelum kita menyesal dan pintu taubat telah ditutup, maka ambillah hikmah pada setiap tanda kematian dan ajal yang dikirimkan Allah swt di dalam kehidupan dan tubuh kita. Kita menginsafi semua kesalahan kita, memohon ampun atas dosa-dosa kita, bertaubat atas semua maksiat yang kita lakukan, untuk menuju kepada naungan hidayah, inayah dan keridhaan Allah swt yang telah digariskan di dalam Syariah-Nya. Mulai banyak melakukan amal kebajikan, menjalankan segala perintah Allah swt dan menajuhi larangan-larangan-Nya, agar kita menjadi orang yang beruntung.