Sehat dengan Makanan Sunah Rasul

  • Whatsapp

Oleh: Rizki Audina

Angka kasus Covid-19 di Indonesia semakin melonjak naik. Dikutip dari laman Kompas.com (30/07/2020), ada 106.336 kasus Covid-19 di Indonesia sejak pertama kali diumumkan 2 Maret lalu. Hal ini mengalami kenaikan sebesar 1.904 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Meski kasusnya terus melonjak naik, kini aktivitas masyarakat telah kembali normal dengan menerapkan kebiasaan yang baru sesuai dengan salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Baca Juga:

Pemerintah telah memperbolehkan masyarakat beraktivitas di luar rumah asal tetap menerapkan protokol kesehatan yang seharusnya. Seperti memakai masker ketika bepergian, membawa penyanitasi tangan, rutin mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak minimal satu meter. Namun, selain menerapkan hal-hal di atas, sebagai manusia kita juga harus menjaga kesahetan dari dalam tubuh. Ya, melalui pola makan yang teratur dan mengonsumsi makanan sehat dengan gizi yang seimbang.

Mengonsumsi makanan yang sehat tidak hanya merupakan anjuran dari dokter, tetapi juga merupakan perintah-Nya dan juga sunah Rasul-Nya. Makanan yang sehat ialah makanan yang halal lagi baik. Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 88, “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu. Dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.

Salah satu makanan yang baik dan merupakan perintah Allah Subhanahu wa taala juga sunah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ialah kurma. Kurma merupakan buah-buahan yang dilebihkan Allah daripada buah lainnya. Terdapat beberapa kali penyebutan pohon kurma di dalam Al-Qur’an. Salah satunya ialah “Dan di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, pohon kurma yang bercabang dan tidak bercabang; disirami dengan air yang sama, tetapi Kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya dalam hal rasanya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti. (QS. Ar-Ra’d: 4)

Buah khas dari Timur Tengah ini biasanya menjadi idola bagi masyarakat Indonesia khususnya ketika bulan Ramadan. Namun, semenjak pandemi, kurma pun laris manis meski Ramadan telah pergi beberapa bulan yang lalu. Hal ini dikarenakan banyak pakar kesehatan dan ahli gizi yang menganjurkan untuk megonsumsi buah kurma sebagai usaha menjaga daya tahan dan imunitas tubuh.

Manfaat Buah Kurma untuk Kesehatan

Banyak sekali manfaat dari buah kurma ini, dari segi agamanya ialah menangkal racun dan sihir. Sebagaimana yang dijelaskan dalam sahih Bukhari (5130) dan Muslim (5460), diriwayatkan oleh Saad bin Abi Waqash, dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mengonsumsi kurma Ajwa pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun atau sihir”. Begitu pun dengan sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam lainnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, “Kurma Ajwa itu berasal dari surga, ia adalah obat dari racun”.

Sedangkan jika ditilik dari segi medisnya, seperti yang dilansir dari laman hellosehat.com, kurma mampu menjaga kesehatan pencernaan karena adanya kandungan serat tak larut di dalamnya. Selain itu kurma juga dapat mencegah risiko diabetes, meningkatkan kesehatan tulang, mencegah anemia, meningkatkan kesehatan jantung, menangkal radikal bebas, menjaga kesehatan otak, membantu menurunkan berat badan, mencukupi kebutuhan cairan dan melancarkan persalinan.

Bahkan, ada beberapa klaim bahwa kurma muda dapat mempercepat kehamilan. Kembali melansir dari laman hellosehat.com, meski belum ada penelitian ilmiah mengenai hal ini, namun di dalam tiap sajian 100 gram kurma muda terdapat gizi yang baik dan dibutuhkan untuk mempersiapkan kehamilan. Seperti 1,8 gram protein, 1 gram lemak, 37 gram karbohidrat dan 3,5 gram serat. Kurma juga mengandung folat dan zat besi yang tinggi dan hal ini penting untuk perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi.

Cara Mengonsumsi Kurma yang Dianjurkan Nabi

Buah yang dijadikan sebagai obat untuk sebuah penyakit ini memiliki beberapa cara mengonsumsi kurma yang dianjurkan Nabi Shallallahu alaihi wasallam maupun para dokter. Pertama, seperti hadis di atas, yakni memakan 7 buah kurma, yang jika dimaknai, makanlah buah kurma dengan jumlah yang ganjil. Selain mengikuti sunah, ternyata hal ini juga berpengaruh pada zat yang dihasilkan kurma setelah proses pencernaan dalam tubuh kita.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Pakar Biochemistry-Nutrition and Neueopharmacology Sultan Qaboos University, Musthafa Mohamed Essa, Ph.D. membuktikan bahwa jika mengonsumsi kurma dalam jumlah genap akan membuat kurma diubah menjadi gula dalam darah dan potassium tanpa menghasilkan energy. Sedangkan jika dikonsumsi dalam jumlah ganjil akan akan diubah menjadi karbohidrat sehingga dapat menambah energi dan mengembalikan stamina tubuh setelah seharian beraktivitas.

Kedua, mencampur kurma dengan keju. Hal ini sesuai dengan Hadis Riwayat Abu Dawud (3837) dan Ibnu Majah (3343). Imam ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa keju berfungsi melunakkan tinja, melemaskan syaraf dan pembengkakan empedu juga kerongkongan. Jika doioleskan pada gusi bayi, akan mempercepat pertumbuhan gigi.

Ketiga, mencampur kurma dengan mentimun, Hadis Riwat Muslim (2043) dan Bukhari (5440). Dikarenakan, kadar panas pada kurma mampu menetralkan dingin pada timun sehingga lebih mudah dicerna oleh lambung dan menguragi bahaya yang ditimbulkan oleh mentimun. Dan masih ada beberapa cara lainnya. Tentunya cara-cara tersebut sesuai juga dengan ilmu kesehatan sejak zaman dahulu sampai sekarang.

Nah, setelah mengetahui berbagai macam manfaat dari buah kurma tersebut, yuk makan kurma! Karena, hal ini sangat dibutuhkan oleh manusia dalam membantu menjaga kesehatan dan imunitas tubuh di masa kenormalan baru. Dan yang terpenting, makan kurma tidak hanya dapat sehatnya, tetapi juga dapat pahala karena kita menjalankan perintah-Nya juga sunah Rasul-Nya.

Tulisan ini dibuat atas dasar inisiasi Kelompok 173 KKN-DR UIN SU dengan Dosen Pembimbing Lapangan Junaidi Arsyad, S.Pd.I., MA.

Pos terkait