Jangan Tamak dengan Harta, Lihat Qarun

  • Whatsapp

Sesungguhnya Qarun adalah daripada kalangan kaum Musa. Namun dia bertindak melampaui batas ter­hadap mereka dan Kami telah anugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh be­rat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingat­lah) ketika kaumnya berkata kepada beliau “Janganlah kamu terlalu bangga, sesungguhnya Allah tidak menyu­kai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu ber­buat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melakukan kerusakan. Dia (Qarun) berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah dia tidak mengetahui bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang mana lebih kuat daripadanya dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu ten­tang dosa-dosa mereka. (QS al-Qasas, ayat 76-78).

Siapa Qarun?

Qarun adalah sepupu dari Nabi Musa. Ia dikurniai Allah kelapangan rezeki dan kekayaan harta benda yang tidak ternilai.

Baca Juga:

Awal kehidupan Qarun sangatlah miskin dan me­miliki banyak anak. Pada suatu kesempatan ia meminta Musa untuk mendoakannya kepada Allah Swt, yang ia pinta adalah kekayaan harta benda, dan akhirnya per­mintaan tersebut dikabulkan oleh Allah Swt.

Namun sayang setelah keinginanya terwujud, Qarun mempergunakan hartanya dalam kesesatan, kezhaliman dan permusuhan dan membuatnya menjadi orang yang sombong.

Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang meng­hendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai ke­beruntungan yang besar”.(QS al-Qasas: 79).

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Ke­celakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar” (QS al-Qasas: 80).

Bani Israil terbagi atas dua kelompok

Seperti yang diisyaratkan oleh ayat-ayat di atas dalam memandang Qarun dan harta kekayaannya, Bani Israil terbagi atas dua kelompok.

Pertama adalah kelompok orang yang beriman ke­pada Allah dan lebih mengutamakan apa yang ada di sisi-Nya. Karena itu mereka tidak terpedaya oleh harta Qarun dan tidak berangan-angan ingin memilikinya. Bahkan mereka memprotes kesombongan, kesesatan dan kerusakan Qarun serta berharap agar ia menafkah­kan hartanya di jalan Allah dan memberikan kontribusi kepada hamba-hamba Allah yang lain.

Kedua adalah kelompok yang terpukau dan tertipu oleh harta Qarun karena mereka telah kehilangan tolok ukur nilai, landasan dan fondasi yang dapat digunakan untuk menilai Qarun dan hartanya. Mereka mengang­gap bahwa kekayaan Qarun merupakan bukti keridhaan dan kecintaan Allah kepadanya, dan mereka berangan-angan ingin bernasib seperti itu.

Harta Membuat Lupa Daratan

Karena harta orang bisa lupa daratan, itulah yang terjadi pada Qarun. Ia terlena oleh kelimpahan harta. Semua itu membuatnya buta dari kebenaran dan tuli dari nasihat-nasihat orang.

Ketika sahabatnya meminta Qarun untuk bersyukur kepada Allah ia justru menolak seraya mengatakan: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku”

Akibat kesombongannya ini berlakulah murka Al­lah. Allah menghancurkan segalanya yang selama ini membuat Qarun lupa daratan. Allah membenamkan harta dan rumahnya ke dalam bumi, kemudian terbelah dan mengangalah bumi, maka tenggelamlah ia beserta harta yang dimilikinya dengan disaksikan oleh orang-orang. Tidak seorangpun yang dapat menolong dan me­nahannya dari bencana itu, maka saat itu tidak berman­faat harta dan kekayaannya.

Harta membuat seseorang mempunyai kelas tersendiri. Ia akan disebut sebagai hartawan karena ban­yaknya harta yang ia miliki.

Orang-orang Kaya di Dunia

Menurut Majalah Forbes rilis Maret 2013 ada 10 orang yang dinilai mempunyai harta yang tidak dimiliki oleh orang kaya lainnya. Orang terkaya di dunia adalah Carlos Slim Helu dengan jumlah kekayaan sebesar 73 Miliar USD (Rp. 708,5 triliun) – Kebangsaan: Mexico – Usia: 73. Carlos merupakan pengusaha yang juga se­orang filantropis. Saat ini ia menjabat sebagai CEO se­buah perusahaan telekomunikasi Teléfonos de México dan América Movil. Carlos telah 3 kali menyabet posisi nomor wahid orang terkaya sejak 2011.

Orang kaya kedua adalah Bill Gates dengan jumlah kekayaan: 67 Miliar USD (Rp. 611,4 triliun) – Kebang­saan: AS – Usia: 57. Bill Gates adalah seorang pebisnis, penulis, filantropis, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Microsoft. Gates lahir di Seattle, Washington, 28 Oktober 1955. Dia telah menyabet posisi orang terkaya nomer satu semenjak 1995 – 2009 (kecuali 2008 posisi 3).

Orang ketiga terkaya adalah: Amancia Ortega den­gan jumlah kekayaan: 57 Miliar USD (Rp. 553,1 triliun) – Kebangsaan: Spanyol – Usia: 67. Ortega merupakan CEO dari perusahan Inditex. Pria kelahiran 28 Maret 1936 ini ditetapkan sebagai orang terkaya di Spanyol oleh Forbes. Tahun sebelumnya berada di posisi ke-5, kini naik di posisi 3.

Namun dibandingkan dengan orang-orang kaya ini, tampaknya harta Qarun melebihi harta mereka, karena Allah yang langsung menyatakan bahwa kekayaan Qarun merupakan anugerah yang diberikan Allah Swt.

“….Kami telah anugerahkan kepadanya perbendaha­raan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat…”

Harta dan Kematian

Harta yang melimpah tidak akan kita bawa pada saat kita menemui kematian. Ia akan tinggal, bersama orang-orang yang masih hidup. Ia akan menjadi harta warisan yang akan dibagi-bagi untuk ahli waris kita. Karena itu jangan sekali-kali menganggap bahwa harta yang kita cari itu bisa membuat kita kekal.

Allah Swt mengingatkan kita.

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Jangan­lah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat ner­aka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (QS AT Takaat­sur: 1-8)

Penutup

Harta memang membuat kita sering lupa. Akibat harta antara saudara bisa bunuh bunuhan. Akibat harta bisa putus hubungan silaturahmi, akibat harta terjadi jarak antara yang kaya dan yang miskin. Kisah Qarun ini diharapkan membuka mata kita bahwa pada intinya tidak selamanya harta bisa membuat kita selamat dunia dan akhirat. Mudah-mudahan kisah Qarun ini tidak akan terulang kembali kepada kita, karena sesungguhnya orang yang menjadikan harta sebagai ‘tuhan’ ia akan merugi, seperti meruginya Qarun ketika ia menerima azab Allah.

Pos terkait