BKPRMI Minta Menag Jangan Sembarangan Komentar Radikalisme

  • Whatsapp
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Said Aldi Al Idrus (tiga kiri) dalam suatu kegiatan pelantikan.

rekatamedia.com. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), H Said Aldi Al Idrus SE meminta menteri agama (Menag)Fachrul Razi jangan sembarangan memberikan komentar tentang radikalisme.

Komentar Menag  mengenai faham radikalisme masuk melalui pemuda berpenampilan menarik atau good looking, dengan memiliki kemampuan agama yang baik. Komentar tersebut sangat menyakitkan hati umat Islam, khususnya BKPRMI yang selama ini sangat aktif menggerakkan pemuda dan remaja masjid untuk melatih dan mengajarkan generasi muda Islam yang Qurani di seluruh Indonesia.

Baca Juga:

Penegasan itu disampaikan Ketua Umum DPP BKPRMI,H. Said Aldi Al Idrus, SE usai melantik pengurus DPW BKPRMI Sulawesi Tengah di Poliwali Mandar, Sabtu 5 September 2020.

Lebih lanjut Said Aldi menegaskan, komentar tersebut sangat menyakitkan bagi BKPRMI, dan seolah-olah menuduh pemuda yang berpenampilan menarik, memiliki ilmu agama yang baik dicap berfaham radikalisme. Sebab itu BKPRMI meminta Menag agar menarik ucapannnya karena komentar tersebut tersebut tidak mendasar.

Sebelumnya, pada acara pelantikan DPW BKPRMI Sulawesi Tengah, tokoh muda nasional dari Sumatera Utara ini mengimbau kepada pemuda remaja masjid, agar tetap istiqomah dalam pembinaan generasi qurani, dan terus bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam pembinaan ustaz dan ustazah.

Dan kepada ustaz dan ustazah, Ketum BKPRMI juga mengimbau dalam melakukan pembinaan generasi qurani untuk selalu tetap mematuhi protokol kesehatan, baik di waktu keluar rumah mengajar mengaji, dan tausyiah di daerah binaan.

Said Aldi juga berpesan kepada seluruh pengurus yang dilantik teruslah beromitmen atau istiqomah dalam membina umat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta tetap menjadikan masjid sebagai basis umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan memupuk persatuan dan kesatuan dalam bingkai bhineka tunggal ika.

 

Pos terkait