BKPRMI : Usut Tuntas Penikaman Syekh Ali Jaber

  • Whatsapp
Said Aldi Al Idrus

rekatamedia.com. Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), H. Said Aldi Al Idrus SE mengutuk keras tindakan penikaman terhadap ulama besar Syekh Ali Jaber saat melakukan dakwah di pelataran Masjid Falauhuddin, Bandar Lampung, Minggu 11 September 2020 lalu.

Untuk itu, DPP BKPRMI meminta pelaku penikaman ulama tersebut harus ditindak tegas dan dihukum seberat-beratnya. Sebab peristiwa tersebut membuat preseden yang tidak baik, bisa menimbulkan konflik, dan ketidaknyaman para pendakwa melakukan edukasi keagamaan di tengah – tengah umat.

Baca Juga:

“DPP BKPRMI mengutuk keras penikaman tersebut. Penegak hukum harus mengusut tuntas peristiwa tersebut secara tranparan, dengan membuka motif pelaku penikaman terhadap Syekh Ali Jaber. Bukan tabir, siapa pelaku, apa motifnya dan dalang dari peristiwa tersebut. Gerak cepat, tepat dan tegas dari pihak kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut sangat dinantikan umat Islam. Sehingga memberikan kenyamanan dan ketenangan di tengah masyarakat,” jelas Said Aldi Al Idrus saat ditemui di kediamannya, Selasa (15/09/2020).

Lebih lanjut, Said Aldi menyakini pihak kepolisian mampu melakukan investigasi kasus penyerangan dan penikaman terhadap Syekh Ali Jaber. Investigasi pengungkapan kasus tersebut diharapkan memberikan ketenangan kepada umat, dan para pendakwa, pemuka agama dalam membina umat di tengah-tengah masyarakat. Sehingga tidak menimbulkan isu-isu negatif yang mengganggu ketentraman dalam melaksanakan ibadah.

“Peristiwa penikaman tersebut bisa menjadi ancaman yang sangat mengganggu ketentraman umat beragama dalam bingkai NKRI. Karena itu, peristiwa penyerangan dan penikaman ulama besar, Syekh Ali Jaber harus diusut tuntas dan menjadi pembelajaran semua pihak, sehingga tidak terulang kembali,” ujar Said Aldi.

Ketum DPP BKPRMI ini juga mengimbau kepada umat Islam, terutama kader pemuda remaja masjid se Indonesia untuk tidak mudah terprovokasi dengan  bertindak yang tidak memberikan kenyamanan dan ketenangan umat. “Mari kita jaga ukhuwah persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI. Jangan mudah terpancing terhadap isu negatif yang memecah belah keutuhan umat beragama,” harap Said Aldi.

Pos terkait