Airlangga ‘IP Man’ Hartarto, Sang Pendekar Kungfu Sejati

  • Whatsapp

Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto dirasa pantas mendapat penghargaan  sebagai Pembina Olahraga Berprestasi dari Kemenpora pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada Rabu, 9 September 2020.

Sepak terjang pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 1 Oktober 1961 ini bukan hanya mampu menjadikan wushu sebagai andalan Indonesia tetapi sifatnya seperti tokoh legenda beladiri kungfu/wushu dalam film IP Man yang sangat digemari masyarakat pecinta film laga.

Baca Juga:

Airlangga “IP Man” Hartarto sosok pendekar kungfu sejati. Tampil low profile, sifatnya ramah, lembut dan sangat mengedepankan kesatuan dan persatuan. Semangat berkarya dan mempersatukan seperti pada film IP Man 3 dimana sang bintang Donnie Yen yang juga praktisi kungfu wushu/wushu wingchun menunjukkan dirinya sebagai pendekar sejati saat menghadapi arogansi Cheung Tin Zhi yang juga praktisi Kungfu/Wushu Wingchun yang berbeda guru dan gaya permainan.

Dalam alur cerita itu, Cheung Thin Zhi berambisi menjadi pendekar Wingchun terhebat di Tiongkok dengan menantang dan mengalahkan banyak master -master beladiri lain dan mengklaim dirinya sendiri pendekar Wingchun sejati dan asli.

Tetapi, Donnie Yen menaklukkannya tanpa niat permusuhan dan bahkan menganggapnya saudara sealiran. Akhir ceritanya pun cukup menarik dimana Cheung Tin Zhi menyambut niat baik tersebut.

Ya, seperti itulah langkah yang dilakukan Airlangga “IP Man” Hartarto dalam mengembangkan dan memajukan prestasi olahraga wushu/kungfu di Indonesia.

Pemahamannya tentang seluk beluk dunia persilatan wushu/kungfu tidak perlu diragukan lagi karena sejak muda sudah berlatih kungfu di GOR Bulungan Jakarta Selatan dan satu perguruan dengan sekjend PB.WI, Ngatino.

Makanya, pola pendekatan dan merangkul semua aliran dilakukannya saat mengakomodir berbagai aliran kungfu terutama wingchun seperti beberapa kali mengadakan seminar dan pelatihan wingchun.

Kemudian, menyelenggarakan kejuaraan tradisional kungfu berbagai aliran termasuk wingchun.  Komitmen yang luar biasa telah ditunjukkan Airlangga Hartarto di tengah kesibukan saat menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada Kabinet Kerja 1 maupun sebagai Menko Perekonomian pada Kabinet Kerja II Presiden Joko Widodo.

Tercatat selama tiga tahun memimpin PB Wushu Indonesia (sejak 2017 lalu), Airlangga Hartarto mampu menjadikan atlet wushu Indonesia meraih prestasi pada ajang event tingkat internasional. Mulai dari SEA Games XXIX/2017, Asian Games 2018 dan SEA Games 2019 Filipina.

Di SEA Games XXIX/2017 Kuala Lumpur, Malaysia, Tim Wushu Merah Putih berhasil memboyong 3 medali emas, 3 perak dan 3 perunggu. Saat itu, Lindswell Kwok berhasil meraih medali emasnya dari nomor Taijijian (jurus pedang).

Di ajang Asian Games 2018 saat Indonesia menjadi tuan rumah, Tim Wushu Indonesia  mampu melampaui target perolehan medali dengan berhasil mengumpulkan 5 medali yang terdiri dari 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.

Medali emas kembali dikontribusikan oleh atlet senior Lindswell Kwok di nomor taijiquan dan taijijian putri.

Seolah tak berhenti mengukir prestasi tim wushu Indonesia kembali meraih medali emas di ajang SEA Games 2019 Filipina melalui Edgar Xavier Marvelo yang merengkuh medali emas di nomor taolu kombinasi daoshu dan gunshu.

Pasangan Yanti K. Isfandiari ini tak luput untuk meneruskan tradisi reward bagi para atlet dari penampilan baiknya di berbagai event regional maupun internasional.

Prestasi juga dibubuhkan kelompok atlet wushu yunior Indonesia pada 2018. Kontingen wushu Indonesia menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih 10 medali pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2018 yang berlangsung di Brasilia, Brasil, 9-15 Juli. Rinciannya 1 emas, 4 perak, dan 5 perunggu.

Yang lebih membanggakan lagi, Kontingen Indonesia kembali menorehkan prestasi dengan meraih 3 medali emas dan 1 perunggu pada Kejuaraan Dunia Wushu 2019 di Minhang Stadium, Shanghai, Tiongkok 23 Oktober.

Pos terkait