Desiana Syafitri, Maung Betina dari Karawang

  • Whatsapp
Desiana Syafitri, Maung Betina dari Karawang
istimewa

Jakarta – Desiana Syahfitri memang baru pertama kali tampil pada Kejuaraan Sambo Dunia di Novi Sad, Serbia. Namun, gadis kelahiran Karawang, 18 Desember 2001 sudah mampu menunjukkan kualitasnya dan mengundang decak kagum offisial dari negara lain.

Turun di kelas 48kg putri, Desiana yang punya dasar beladiri judo tampil tanpa rasa takut menghadapi Marta Chaplinska dari Ukraina yang lebih berpengalaman Sang Maung Betina dari Karawang ini mampu menaklukkan Marta dengan skor telak 10-4 pada pertandingan semifinal. Sayangnya, dia harus menyerah dari Musharraf Ibodullaeva dari Uzbekistan dengan skor 0-2.

Baca Juga:

“Terus terang, penampilan Desiana Syahfitri itu mengundang simpati dari offsial negara lain. Mereka tidak menduga Indonesia memiliki atlet sambo putri yang punya kualitas dan mampu mengalahkan atlet Sambo asal Ukraina yang merupakan negara pecahan Rusia yang menjadi asal beladiri Sambo. Di final, Desiana pun bisa melakukan perlawanan keras melawan Marta yang dikenal cukup tangguh dan cukup berpengalaman,” kata pelatih Desiana Syahfitri, Arnold Silalahi di Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Desiana Syahfitri yang akrab dipanggil Desi memang tidak puas dengan hasil perak yang diraihnya. Ke depan, mahasiswa USBI Karawang ini bertekad untuk berlatih lebih keras lagi dalam upaya meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.

“Target saya ingin memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Sambo Indonesia harus berjaya di kancah internasional,” katanya.

Putri kedua dari dua bersaudara pasangan Marsudik dan Siti Khodijah ini mengenal Sambo dari Arnold Silalahi. “Saya dikenalkan olahraga beladiri Sambo lewat pak Arnold. Dulu, saya menekuni judo,” akunya.

Pos terkait