375 Atlet Medan Tes Kesehatan dan Fisik Tahap 2

  • Whatsapp
Tes fisik tahap 2

rekatamedia.com – Sebanyak 375 atlet binaan KONI Kota Medan menjalani kegiatan Tes Kesehatan dan Tes Fisik KONI Kota Medan 2021 Tahap 2 di stadion Teladan Medan, Sabtu dan Minggu (25-26/9).

Para atlet yang menjalani test merupakan cikal bakal atlet yang diproyeksikan menuju PON XXI Tahun 2024 di mana Sumut menjadi tuan rumah bersama Aceh. Sebelumnya test tahap 1 telah berlangsung 22 sampai 23 Maret lalu.

Baca Juga:

Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani di sela-sela kegiatan kemarin mengatakan, para atlet binaan KONI Kota Medan ini jugalah yang dipersiapkan berlaga di ajang Porprovsu 2022, sebagai seleksi meraih tiket menuju PON 2024.

“Kita sudah memulai persiapan Porporvsu 2022, karena KONI Sumut telah mengagendakan ajang olahraga empat tahunan tingkat provinsi itu digelar pada November tahun depan. Mengingat waktu tersisa untuk persiapan terbilang singkat,” ujarnya.

Eddy H Sibarani  menyatakan puas dan memberi apresiasi karena para atlet-atlet sangat bersemangat menjalani kegiatan Test Kesehatan dan Fisik 2021 Tahap 2 ini. “Kita mengapresiasi karena para atlet menjalani test kesehatan dan test fisik dengan kesungguhan dan penuh semangat. Motivasi dan semangat tinggi seperti inilah yang terus kita pelihara selama persiapan atlet nanti,” kata Eddy Sibarani lagi.

“KONI Medan puas dan gembira. Para atlet dengan didampingi pelatih telah melakukan  test fisik dan kesehatan dengan lancar. KONI Medan memberi apresiasi, di mana semua peserta dan panitia menjalani test dengan menerapkan Prokes yang ketat,” ucap Ketua Umum KONI Medan.

Dikatakan, kegiatan Test Kesehatan dan Fisik KONI Medan 2021 tahap 2 terselenggara atas kerja sama dengan Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan (STOK) Binaguna Medan, berlangsung dua hari, yakni Sabtu dan Minggu.

Lanjut dia, Test Kesehatan dan Fisik ini penting dijalani, sebagai salah satu tahapan menjadi atlet binaan KONI Medan.

“Untuk tahap 2 ini ada 375 atlet dari 41 cabor. Namun, meski telah lolos test,  dalam perjalanannya nanti kita tetap memberlakukan sistem promosi dan degradasi. Artinya, atlet bisa degradasi jika prestasinya dianggap menurun atau tidak disiplin,” tambahnya.

Pos terkait