Mantan Kiper PSMS Soerbakti SH dan RD Berikan Bantuan Hukum Untuk Yudo

  • Whatsapp
mantan yudo
istimewa/rekata

rekatamedia.com – Reaksi muncul dari kalangan sepakbola sehubungan dengan kesulitan yang dialami mantan pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Yudo Hadiyanto. Bukan hanya masalah kasus penyerobotan rumah milik Yudo yang coba dibantu tetapi masalah penyakit stroke ringan yang dialaminya juga mendapat perhatian.

Mantan kiper PSMS Junior Soerbakti SH dan Pelatih Madura United FC yang juga Exco Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI), Rahmad Darmawan langsung menyambangi Yudo Hadiyanto yang berada di kediaman menantunya di Depok, Jawa Barat, Minggu (31/1/2021).

“Saya dan teman-teman sengaja menyambangi papi Yudo. Kami akan berusaha membantu permasalahan yang dialaminya. Kondisi kesehatan papi Yodo yang mengalami stroke sudah mengalami kemajuan dan saya berharap doa dan dukungan teman-teman sepakbola,” kata Soerbakti yang dihubungi rekatamedia.com melalui telepon selular dikediaman Yudo Hadiyanto.

Langkah awal, Soerbakti SH dan RD akan berbagi tugas. RD akan melakukan donasi untuk membantu beban biaya pengobatan sedangkan Soerbakti akan membantu dari sisi hukum untuk penyelesaian kasus penyerobotan rumah Yudo Hadiyanto.

“Seperti biasanya, kita akan melakukan donasi untuk mengumpulkan dana bantuan biaya keringanan pengobatan stroke yang dialami papi Yudo. Itu bisa kita lakukan dalam setiap membantu rekan-rekan yang mengalami kesulitan keuangan,” jelasnya.

“Kasus yang dialami papi Yodo ini katanya pernah dilaporkan ke Polres Depok. Langkah pertama, saya akan berkoordinasi dengan Polres Depok untuk mengetahui kejelasan persoalan yang dialami Yudo,” ujar Soerbakti SH.

Sebelumnya, Yudo Hadiyanto mengaku rumahnya diserobot dan dia dipaksa keluar dari rumah miliknya di Jalan Mandiri No 67 RT 05/RW 03 Kelurahan Cimanggis Depok, Jawa Barat, Jumat (22/1/2021).

“Rumah saya diserobot. Saya dan keluarga diusir paksa keluar dari rumah oleh sekelompok orang atas suruhan bu LI pada Jumat, 22 Juni 2021 pukul 22.00 WIB. Semua barang-barang saya diangkut dan saya tidak tau dimana ditaruhnya,” ujarnya.

Sehubungan dengan kasus yang dialaminya itu, Yudo Hadiyanto yang menyebut rumahnya memiliki sertifikat itu meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali membantu untuk menyelesaikan kasus yang dialami.

“Rumah itu punya sertifikat atas nama istri saya. Makanya, saya minta tolong kepada pak Menpora untuk bisa membantu menyelesaikan kasus yang saya alami. Sekarang, saya dan istri terpaksa numpang tinggal di rumah mantu,” katanya. (ham)