New Normal Pembukaan Sekolah, Ini Langkah Disdik Provsu

  • Whatsapp
M Basir Hasibuan

Analisamedan.com - Pemerintah sudah berencanakan memberlakukan new normal, salah satunya di dunia pendidikan. Lantas bagaimana langkah Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara mempersiapkan new normal?

Kacabdis Sunggal. M.Basir Hasibuan,M.Pd dalam bincang-bincang dengan analisamedan.com menyampaikan, new normal untuk hanya bisa dilakukan apabila status daerah tersebut hijau. Di Sumut ada 15 daerah hijau yakni, Nias Barat, Pakpak Bart, Samosir, Nias, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Selatan, Humbang Hasuduntan, Nias Utara, Mandailing Natal, Padang Lawas, Kota Gunung Sitoli, dan Nias Selatan. Nantinya syarat new normal khusus di daerah hijau, sedangkan daerah kuning dan merah tidak boleh menerapkan.

Baca Juga:

Adapun langkah-langkah kebijakan new normal pembukaan sekolah Tahun Pelajaran 2020/2021 yang dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/kota di Sumatera Utara yakni

PROTOKOL KESEHATAN UMUM SEKOLAH

  1. Skrining kesehatan (pengecekan suhu tubuh) bagi guru, tenaga kependidikan dan siswa untuk memastikan kondisi kesehatannya tidak berpotensi untuk menularkan atau tertular Covid-19 sebelum memasuki ingkungan sekolah, 2. Menyiapkan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan standar protocol kesehatan Covid-19, 3. Menyiapkan media sosialisasi dan edukasi pencegahan Covid-19 untuk warga sekolah. 4. Pengaturan siswa belajar di sekolah dan belajar dari rumah secara bergantian untuk menghindari kerumunan. 5. Pengaturan jarak dengan prinsip social distancing dan physical distancing, 6. Koordinasi intensif dengan fasilitas kesehatan terdekat 7. Mengajak warga sekolah untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat 8. Mengajak warga sekolah untuk senantiasa berdo’a dan mendekatkan diripada Tuhan Yang Maha Esa

PROTOKOL KESEHATAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH

  1. Sosialisasi pencegahan covid-19 melalui spanduk/x-banner yang dipasang di depan sekolah dan tempat tempat umum di lingkungan sekolah, 2. Menyediakan alat pengukur suhu (thermogun) untuk melakukan proses skrining kesehatan sebelum memasuk ilingkungan sekolah, 3. Menyediakan wastafel/ tempat cuci tangan, lengkap dengan sabun di depan ruang kelas masing-masing dan di tempat-tempat strategis lainnya sesuai kebutuhan. 4. Menyediakan disinfektan untuk membersihkan sarana sekolah, laboratorium, ruang ibadah secara periodic, 5. Menyediakan masker cadangan (untuk pengganti bagi seluruh warga sekolah yang membutuhkan) 6. Optimalisas ifungsi UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) beserta perlengkapannya, 7. Mengatur jarak bangku di dalam kelas,dengan jarak minimal 1 meter antara siswa 8. Meniadakan peralatan ibadah yang digunakan secara umum/bersama, 9. Melakukan penyemprotan disinfektan terhadap sarana dan prasarana sekolah setelah penggunaan bersama.

PROTOKOL KESEHATAN BERANGKAT DARI RUMAH MENUJU KE SEKOLAH

1.Sebelum berangkat kesekolah, orangtua memastikan bahwa siswa dalam kondisi sehat (suhu badan normal, tidak batuk, pilek, gangguan kulit, mata, muntah, diare,tidak selera makan atau keluhan lain).Hal ini berlaku pula bagi Guru danTenaga Kependidikan 2. Membawa bekal makanan dan minuman dari rumah, 3. Pakaian yang dikenakan dalam kondisi bersih, 4. Mengenakan Masker, 5. Jika menggunakan kendaraan umum / antar jemput roda 4, tetap menerapkan prinsip jaga jarak,dan tidak menggunakan kendaraan umum roda2 (ojek), 6. Jika menggunakan roda 2 milik pribadi atau keluarga dan berboncengan harus dalam satu keluarga (satu Kartu Keluarga), 7. Dari rumah langsung menuju ke sekolah (tidak mampir-mampir) 8. Sampai di Sekolah dilaksanakan pemeriksaan oleh pihak sekolah mulai suhu tubuh, kelengkapan masker dan dilanjutkan dengan cucitangan atau pemakaian handsanitizer 9. Pengantar dan Penjemput berhenti di lokasi yang ditentukan dan di luar sekolah,serta dilarang menunggu Atau berkerumun selama mengantar atau menjemput.

PROTOKOL KESEHATAN UNTUK SISWA SELAMA DI SEKOLAH

  1. Selalu mengenakan masker, 2. Selalu menjaga jarak, tidak berkerumun dan tidak saling bersentuhan, 3. Membiasakan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setelah memegang sesuatu, 4. Melaporkan kepada guru/tenaga kependidikan jika merasa sakit atau tidak enak badan, 5. Mengurangi aktivitas di luar kegiatan pembelajaran dan pembelajaran di luar kelas 6. Menghindari aktifitas olahraga yang melibatkan kontak fisik dengan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung 7. Makan dan minum bekal sendiri dan dilakukan di kelas masing-masin 8. Pelaksaaan kegiatan ibadah dilaksanakan di tempat ibadah sekolah secara bergantian dengan membawa perlengkapan ibadah sendiri, 9. Selama jam istirahat siswa tetap berada di dalam kelas.

PROTOKOL KESEHATAN UNTUK GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SELAMA DI SEKOLAH

1.Selalu mengenakan masker, 2. Selalu menjaga jarak, tidak berkerumun dan tidak saling bersentuhan, 3. Membiasakan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setelah memegang sesuatu, 4. Melaporkan kepada Kepala Sekolah jika merasa sakit atau tidak enak badan, 5. Mengurangi aktivitas di luar kegiatan pembelajaran dan pembelajaran di luar kelas /di luar kantor 6. Menghindari aktifitas olah raga yang melibatkan kontak fisik dengan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung 7. Makan dan minum bekal sendiri dan dilakukan di ruang masing-masing, 8. Pelaksaaan kegiatan ibadah dilaksanakan di tempat ibadah sekolah secara bergantian dengan membawa, perlengkapan ibadah sendiri, 9. Selama jam istirahat tetap berada di dalam kelas atau ruang kerja masing-masing, 10.Selama mengajar di kelas guru tetap menjaga jarak dari siswa dan tidak mobile (tidak berkeliling kelas / mendekatisiswa), 11. Tidak memberikan tugas yang bahan/kertasnya berasal dari guru, siswa menggunakan bahan/kertas kerja milik sendiri.

PROTOKOL KESEHATAN PULANG DARI SEKOLAH MENUJU KE RUMAH

  1. Selesai jam sekolah, siswa langsung meninggalkan sekolah dan pulang ke rumah masing-masing (tidak mampir –mampir), 2. Mengenakan Masker, 3. Jika menggunakan kendaraan umum /antar jemput roda 4, tetap menerapkan prinsip jaga jarak, dan tidak menggunakan kendaraan umum roda2 (ojek), 4. Jika menggunakan roda 2 milik pribadi atau keluarga dan berboncengangan harus dalam satu keluarga (satu kartu keluarga), 5. Sampai di rumah langsung ganti pakaian dan mandi dengan menggunakan air hangat / air mengalir dan sabun, 6. Tidak berkumpul atau melakukan kontak fisik dengan anggota keluarga sebelum mandi.

G.PERENCANAAN PROSES KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (KBM).

1.Kegiatan Belajar Mengajar secara tatap muka di dalam kelas dengan pemenuhan prosedur kesehatan Covid-19 sebagaimana tersebut di atas 2. Kegiatan Belajar Mengajar secara daring melalui video conference,WA dan lain sebagainya 3. Guru melaksanakan proses belajar mengajar tetap berada di sekolah baik online maupun tatap muka sesuai dengan jadwal 4. Guru melakukan pembelajaran tatap muka dan daring secara bersamaan 5. Siswa yang hadir di sekolah hanya1 tingkat perminggu, yang lain online (misalnya minggu pertama kelas X, minggu kedua kelas XI, minggu ketiga kelas XII) 6. Siswa menempati ruang kelas / laboratorium yang tetap /tidak berpindah ruang kelas selama pembelajaran during di sekolah berlangsung 7. Siswa dan guru melaksanakan protocol kesehatan sebelum, selama dan sesudah pembelajaran during di sekolah berlangsung. (Sumber;lampiran laporan persiapan new normal Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara). (muhammad arifin)

 

New Normal Pembukaan Sekolah, Ini Langkah Disdik Provsu

Pos terkait