PTKI Medan Ikuti Wisuda Nasional, Pembangunan SDM Kunci Kemajuan Indonesia

  • Whatsapp
PTKI Medan melaksanakan wisuda nasional yang digelar Kementerian Perindustrian RI dengan menerapkann protokol kesehatan, Sabtu (28/11/2020) di kampus setempat Jalan Menteng VII Medan

rekatamedia.com. Pembangunan Sumber Daya Manusia adalah kunci kemajuan Indonesia di masa depan. Dan sumber daya manusia (SDM) unggul memiliki korelasi erat dengan peningkatan produktivitas kerja dalam memenangkan persaingan dunia bisnis, ekonomi, politik dan budaya. SDM ini diharapkan dapat lebih berkontribusi nyata dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 yang saat ini sedang kita hadapi.

Hal itu disampaikan Direktur Politeknik Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan, Poltak Evencus Hutajulu, ST, MT dalam sambutannya pada wisuda nasional yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian RI, Sabtu (28/11/2020).

Wisuda nasional mengusung tema “Skills for The Future” itu dibuka oleh Kepala BPSDMI Eko S.A. Cahyanto tersebut secara virtual diikuti seluruh unit pendidikan di lingkungan Kementerian Perindustrian RI. Turut memberikan sambutan Menteri Perindustrian RI diwakili Irjen Kementerian Perindustrian RI, Ir. Arus Gunawan. Sebanyak 1.899 siswa lulusan SMK dan 3.866 mahasiswa politeknik dan akademi komunitas dari seluruh unit pendidikan Kementerian Perindustrian diwisuda.

Lebih lanjut, Direktur PTKI Medan ini mengemukakan, SDM unggul harus juga disertai dengan kecerdasan emosional yang menjadi faktor penting untuk menyongsong perkembangan zaman yang serba digital saat ini. Selain keunggulan IPK, ijazah dan sertifikat kompetensi LSP P-1 yang miliki, juga harus membekali diri dengan kemampuan lain seperti communication skill, literasi teknologi informasi, kepemimpinan, adaptif, dan critical thinking.

“Saudara harus punya kemauan untuk belajar sepanjang hayat (long life learning) fokus dalam pengembangan atau meningkatkan kompetensi  diri saudara. Semoga bekal yang anda peroleh, yang telah anda terima selama menuntut ilmu di PTKI Medan dapat menjawab tantangan kebutuhan ini,” pinta Poltak E Hutajulu.

Didampingi Pembantu Direktur I Dr. Golfrid Gultom,MT, Direktur PTKI Medan usai wisuda nasional di lingkunan Kementerian Perindustrian kepada media menjelaskan wisuda kali ini berbeda dengan wisuda dari tahun sebelumnya. Karena situasi pandemi Covid-19 digelar wisuda nasional secara serentak oleh Kementerian Perindustrian RI.

“Untuk gelaran wisuda nasional ini, PTKI Medan melaksanakan dengan sistem blanded wisuda secara online dan offline. Pelaksanaan secara offline tetap menerapkan protokol kesehatan. Dan wisudawan yang mengikuti secara virtual disebabkan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya dan rapid tesnya reaktif,” jelas Direktur PTKI Medan.

Ditambahkannya, wisuda ahli madya PTKI Medan Angkatan XXXII ini ada sebanyak 324 orang terdiri dari Program Studi Teknik Kimia 139 orang, Program Studi Teknik Mekanika 106 orang dan 70 orang dari Program Studi Agribisnis Kelapa Sawit. Pada wisuda tersebut juga diberikan penghargaan kepada wisudawan berprestasi, yakni Abdul Fadli dari Prodi Teknik Kimia  dengan IPK 3.74. Kemudian Samuel Ramli dari Teknik Mekanik dengan IPK 3.76 dan Ellawati Sitanggang dari Agri Bisnis Kelapa Sawit dengan IPK 3.72.

Pendidikan Vokasi

Sebelumya, Kepala BPSDMI  Eko S.A. Cahyanto dalam sambutannya saat wisuda nasional untuk seluruh unit pendidikan di lingkungan Kementerian Perindustrian  menyatakan minat pelaku usaha untuk menyerap lulusan pendidikan vokasi di bawah  binaan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) cukup tinggi. Di tengah kondisi pandemi di tahun 2020, serapan lulusan pendidikan vokasi di dunia kerja mencapai  75,70% untuk SMK dan 47,85% untuk perguruan tinggi.

Bahkan saat sebelum pandemi, di tahun 2019 serapan lulusan pendidikan vokasi  Kemenperin di dunia kerja mencapai 81,89% untuk SMK dan 51,91% untuk perguruan tinggi.

Selain diserap di dunia kerja, lulusan pendidikan vokasi juga banyak yang memilih menjadi wirausaha dan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi lagi. “Pencapaian tersebut tentunya didukung oleh kualitas pengajar yang baik,” ujarnya

Terkait  wisuda nasional ini, Eko mengemukakan, kegiatan ini merupakan pengalaman baru karena di tengah kondisi pandemi Covid-19, sehingga digelar secara daring dan luring dari masing-masing wilayah secara bersamaan.

Mereka yang diwisuda secara nasional, jelas Eko telah mengikuti prosedur kelulusan yang dipersyaratkan dalam bentuk ujian tulis, ujian kompetensi dan sertifikasi kompetensi walaupun di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda.

Guna memenuhi kebutuhan SDM yang kompeten, Kemenperin telah melakukan berbagai upaya untuk mencetak lulusan pendidikan vokasi yang dibutuhkan di era industri 4.0.

Kepala BPSDMI juga menjelaskan pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan, seperti menerapkan kurikulum sesuai kebutuhan industri, menjalin kerjasama dengan pelaku usaha serta meningkatkan sarana dan prasarana unit-unit pendidikan vokasi.

Saat ini Kemenperin memiliki 21 unit pendidikan vokasi yang terdiri atas 9 SMK/SMTI dan SMAK, 10 Politeknik dan 2 Akademi Komunitas. Unit pendidikan vokaasi tersebut tersebar di  Pulau Jawa maupun luar Jawa.